Sudah pun ku utuskan surat buat mumemohon kau jauhkan tangisan seorang lelaki
bukan hanya untuk yang ini
dari dulu-dulu lagi.
Jiwa ku begitu rapuh
berbicara sendiri
amat sakit
menahan setiap sedu yang hinggap
kali ini ku utus lagi tanpa jemu
aku tahu hanya dan hanya kamu
yang mendengar kata dan suara hati ku
aku tidak betah menahan apa yang kau untuk kan
ianya mengugurkan hak-hak ku seorang perempuan
utusan terakhirkah ini
atau kau akan utuskan lagi tangisan seorang lelaki
dari hari demi hari untuk ku titip
di sanubari
sedang ia terlalu sedih untuk ku jalani
Aku beradap-adap mengukur diri
merenung urat-urat di muka
aku kian tua
semakin luluh dan berderai
dan rangka-rangka ku patah disana sini
Seorang lelaki
mengapa menangis lagi
kamukah utusan darinya
setiap kali utusan demi utusan
aku punah dan gementar
Aduhai tuhan tolonglah hentikan....

0 Input/Saranan:
Catat Ulasan